Rabu, 25 September 2019

berkembangbiaklah kalian (ayam #3)

musim telur berikutnya saya hadapi dengan lebih santai.

dimakanin jago, ya silakan.
dieram sama kampung, boleh.
babon bangkok mau ikut ngeram, ya gapapa.
perkara nanti netas berapa, biarlah itu menjadi urusan Allah.

namun ternyata, si bapak bertindak lain. apalagi kandang sudah ada dua.
jadilah sepasang bangkok dikandangin, gak dibuka.
apalagi setelah insiden ditladung, ditubruk dan dijalu. suami kesal sekali sepertinya sama jago bangkok.


akhirnya telur-telur dierami oleh babon kampung.
total telur dihasilkan hampir 30.
yang tereram sekitar 14.
iya, terlalu banyak. tapi saya tidak punya nyali untuk mengambil sebagian. apalagi mengecek satu persatu apakah telur itu berkembang atau tidak.

pasrah sajalah.

hingga akhirnya mulai terdengar bunyi 'ciap... ciap...'.

satu
dua
tiga



total delapan ekor menetas. wah, otomatis jadi juragan ayam, nih.

namun seiring berjalannya waktu... mati dua ekor, sisa enam yang bertahan.

dan seiring berjalannya waktu pula... jago bangkok mulai melakukan pemberontakan. nampaknya dia bosan terus-terusan di dalam kandang.
mulailah dia berani mematuk tangan yang masuk untuk mengambil wadah pakan atau sekadar cek tempat air. 😒

-dyas

gambar dari sini