Jumat, 07 September 2018

tentang penampilan

'kamu niat banget, ya yas buat memperbaiki keturunan.'
ya, itulah respon yang pertama saya dapat ketika mengabarkan tanggal pernikahan dan memperlihatkan foto calon suami kepada seorang sahabat. saya tergelak sambil menoyor kepalanya.
dia laki-laki. teman berseragam abu-abu. lebih tua dua tahun dibanding saya.
body shaming
ya, tanpa disadari, kalimat yang diucap sahabat itu termasuk body shaming.
dan tanpa disadari lagi, mungkin kita (atau saya saja) pun sering melakukannya. meski hanya dalam hati.
bersyukur masih masuk dalam barisan yang mampu menjaga lisan alih-alih mengeluarkan first-impression yang biasanya gak jauh-jauh dari tampilan fisik.
ada penulis yang sudah menghasilkan banyak buku, bahkan difilmkan. namun dibanding mengapresiasi karya beliau, beberapa orang memilih mengomentari fisiknya. bahkan dengan kalimat yang tidak sopan.
ada seorang ibu rumah tangga yang sangat suka memasak. menghasilkan tiga buku resep yang best seller. anak-anak yang sehat dan membanggakan beliau. bertubuh gemuk. lalu seseorang men-dm beliau hanya untuk bilang 'kalau saya malu punya anak gemuk kayak anak ibu'.
ada seorang teman yang harus melahirkan premature, qadarullaah bayinya meninggal. saat datang ke reunian, ada yang bilang 'eh, kok kamu gendut banget sekarang'.
ada mahasiswa di jamannya yang memiliki ide briliant. namun dia tidak berani untuk mempresentasikannya sehingga meminta teman lain untuk melakukannya. saat ditanya alasannya? 'dia lebih ganteng dibanding gue'.
ada juga seorang ibu rumah tangga yang selalu berusaha memasak untuk kebutuhan gizi anaknya. namun si anak memilih makan nasi doang atau kentang doang. lalu tetangga berkomentar 'eh, kok kakak adik kurus-kurus, si. pada ga dikasih makan, apa?'
(ha ha ha... kemudian saya nyempilin curhatan)
sungguh, kalimat-kalimat itu gak hanya menyakitkan. tapi mampu masuk ke pikiran dan menghasilkan pandangan yang sama dari diri sendiri.
seburuk apa pengaruhnya?
bukankah angka bunuh diri karena hal ini bisa menjadi jawabannya?
ayolah, masih banyak hal yang bisa kita bahas bersama orang lain selain tentang fisik.
body shaming bukan budaya, jangan sampai jadi budaya. meski beberapa belum mampu menahan lisan untuk tidak mengomentari fisik orang yang ditemuinya. tapi bukan berarti kita tidak bisa kan?
'when you judge a woman by her appearance, it doesn't define her self, it defines you.' -steve maraboli